Kamis, 27 Oktober 2011

biji dan plantula


KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa  yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan tugas ini dapat diselesaikan.
Tugas ini disusun untuk diajukan sebagai tugas mata kuliah Dasar Ilmu Tanamandengan materi BIJI DAN PLANTULA di Fakultas Pertanian Unpad.
Terima kasih disampaikan kepada Ibu Deni Sobardini S, Dra M.S selaku Dosen Dasar Ilmu Tanaman yang membimbing kami dan memberikan mata kuliah tersebut demi kelancaran belajar kami.
Demikianlah tugas ini disusun semoga bermanfaat, agar dapat memenuhi tugas mata kuliah Dasar Ilmu Tanaman.


                                                                                                                        Jatinangor 2011

                Penyusun










PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Semen (biji) termasuk ke dalam organa reproduktiva. Semen berasal dari ovulum (bakal biji) yang tumbuh membesar. Pembentukan biji bisa melalui amphimixis (fertilisasi) atau apomixis (tanpa fertilisasi). Setelah pembuahan ovulum tumbuh dan berkembang serta mengalami perubahan-perubahan yang cepat menjadi biji. Di dalam biji akan terbentuk endosperm, embrio dan jaringan kulit biji yang kompleks. Sebuah  biji umumnya terdiri dari tiga bagian yaitu: tangkai biji (funikulus), spermodermis (kulit biji) dan nukleus seminis (isi biji). Plantula (kecambah) adalah tanaman yang masih muda, yang tumbuh lanngsung dari biji. Plantula sudah memiliki organ utama yaitu akar, batang, dan daun. Selama proses perkecambahan embrio dalam biji menggunakan zat-zat makanan yang ada dalan jaringan cadangan makanan. Dalam proses perkecambahan berlangsung tahapan: imbisisi, perombakan cadangan makanan, translokasi, asimilasi, respirasi, dan pertumbuhan.














PEMBAHASAN SOAL

1.      Jelaskan apa yang disebut funikulus!
Funiculus (tangkai biji) adalah tangkai yang melekatkan biji pada placenta (papan biji) yang ada pada dinding ovarium. Kadang-kadang tangkai biji ini tumbuh menyelimuti seluruh atau sebagaian besar permukaan biji. Pertumbuhan tangkai biji yang melebar ini disebut arillus. Funiculus ini melekat pada biji pada bagian pusat biji dan bekas melekatnya funiculus pada biji disebut hilum. Hilum sering terlihat jelas pada biji-biji tanaman Leguminosae. Pada tanaman tersebut hikum melebar berbentuk cakram, lapisan luarnya tersusun dari sel-sel yang disebut palisade kulit biji. Pada biji yang telah masak di tengah-tengah palisade terdapat celah sempit, yang dapat membantu udara masuk kedalam biji. Celah tersebut terisi oleh sekelompok sel-sel trakeid berbentuk batang yang disebut tracheid bar, yang mempunyai ruang-ruang udara. Kulit biji tanaman Leguminosae bersifat impermeabel terhadap air, kecuali pada bagian hilumnya. Tampaknya hilum tersebut merupakan katup higroskopik, bila kelembaban rendah katup akan membuka dan bila kelembaban tinggi akan tertutup. Jadi hilum ini berfungsi mengatur keadaan biji selama biji itu dalam proses pemasakan.

2.      Jelaskan apa yang disebut arillus, berikan contohnya!
Arillus merupakan pertumbuhan tangkai biji yang melebar. Arillus biasa merupakan bagian yang biasa dimakan, dapat berwarna atau mendaging dan berai, dapat mendaaging dan kering serta dapat pula memberikan rasa manis dan berbau khas. Buah-buahan yang bijinya mempunyai arillus antara lain: durian (Durio zibethinus), rambutan (Nephelium lappacium) dukuh (Lancium domesticum), manggis (Garcinia mangosta) dan lain-lain.



3.      Jelaskan apa yang disebut spermodermis!
Spermodermis (kulit biji) umumnya berasal dari integumentum (selaput bakal biji). Pada golongan Angioseperma spermodermis terdiri dari dua lapisan,yaitu:
a.      Testa (kulit luar ): lapisan ini mempunyai sifat yang bermacam-macam. Ada yang tipis, kaku, keras seperti kayu atau batu, warna dan gambaran yang bermacam-macam. Lapisan luar ini merupakan pelindung bagian dalam biji.
b.      Tegmen (kulit dalam): lapisan in biasanya tipis seperti selaput. Pada golongan Gymnospermae biasanya kulit biji ini terdiri dari tiga lapisan, yaitu:
1.      Sarcotesta (lapisan luar): biasanya tebal berdaging, pada waktu muda berwarna hijau dan bila tua berwarna kuning dan kemudian menjadi merah.
2.      Sclerotesta (lapisan tangah): merupakan lapisan yang kuat dan keras, berkayu.
Endotesta (lapisan dalam): biasanya tipis berupa selaput, sering kali melekat erat pada inti biji.

4.      Sebutkan alat-alat tambahan yang sering terdapat pada biji!
Pada lapisan luar kulit biji pada jenis-jenis tertentu sering terdapat alat-alat tambahan pada biji antara lain:
a.      Ala (sayap): alat ini nmemudahkan disebabkan oleh angin. Misalnya biji spatodea (Spathodea campanulata), biji kelor (Moringa oleifera).
b.      Coma (bulu): merupakan penonjolan sel-sel kulit luar biji berupa rambut-rambut halus. Rambut-rambut ini memudahkan diterbangkan oleh angin, sehingga biji-biji dapat menyebar lebih jauh dan memudahkan biji mendapatkan air sehingga biji-biji mudah tumbuh. Misalnya biji kapas (Gossypium sp).
c.       Arillus (selaput biji): biasanya berasal dari funiculus yang tumbuh melebar dan meluas sehingga menutupi seluruh permukaan biji. Misalnya biji durian ( Durio ibethinus).
d.      Arillodium (selaput biji palsu): seperti arillus tetapi tidak berasal dari funiculus, melainkan pertumbuhan dari micropyl yang berkembang menjadi selaput biji. Misalnya biji pala (Myristica fragrans).
e.       Hilus (hilum= pusat biji): again dari kulit luar biji yang merupakan bekas perlekatan dengan funiculus. Misalnya biji kacang panjang (Vigna sinensis), kacang merah (Phaseolus vulgaris).
f.        Micropyl (lubang biji): micropyl pada ovulum bekas jalan masuknya buluh tepungsari ke dalam ovulum wktu fertilisasi. Micropyl ini bila berkembang akan menjadi caruncula, yaiu suatu bagian biji yang menonjol  keluar. Misalnya biji jaraj (Ricinus communis). Bila micropyl ini tumbuh meluas menutupi permukaan biji, maka akan menjadi selaput yang disebut arillodium.
g.      Chalaza: merupakan bekas berkas pembuluh yang terletak pada pertemuan integumentum dangan pangkal nucellus. Mislnya biji anggur (Vitis vinifera).
h.      Rafe (tulang biji): yaitu terusan funiculus pada biji. Misalnya biji jarak (Ricimus communis).   

5.      Jelaskan apa yang disebut nukleus seminis!
Nucleus seminis (inti biji) adalah semua bagian biji yang terletak disebelah dalam spermodermis. Inti biji terdiri dari :
1)      Embryo (lembaga)
Embryo adalah bakal tanaman baru, umumnya terjadi karena adanya proses peleburan antara inti sel telur dengan inti sperma dari buluh tepungsari (pollen tube). Hasil peleburan ini disebut  zigot  yang  selanjutnya akan mengadakan mitosis dan perkembangan. Dari zigot akan berkembang berbentuk bundar atau lonjong yang disebut  fase globural. Pada golongan Dicotyledoneae dari fase globural akan menjadi bentuk jantung yang disebut bentuk hati (heart-shaped) dan dari heart-shaped akan berubah menjadi bentuk torpedo (torpedo-shaped). Fase tersebut sering disebut juga pro-embryo. Pro-embrio memiliki semacam tangkai yang disebut suspensor dan suspensor ini pada pangkalnya berhubungan dengan sel yang disebut sel basal. Dari pro-embryo maka terjadi Embryo (lembaga). Lembaga didalam biji telah memperlihatkan adanya diferensiasi dalam tiga bagian, yaitu :
a)      Radicula (akar lembaga) yaitu calon akar yang nantinya akan menjadi radix primaria (akar tunggang). Radicula tumbuh menembus kulit biji melalui micropyl. Pada golongan Monocotyledoneae radicula itu berada dalam suatu selaput yang menyelubungi radicula dan disebut coleorhiza.
b)      Cauliculus (batang lembaga) yaitu calon batang utama yang akan menjadi caulis (batang).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar