Kamis, 27 Oktober 2011

reproduksi tanaman


PENDAHULUAN
            Pada siklus tumbuhan, generasi sporofit dan generasi generatif muncul secara bergantian, bunga adalah organ  reproduktif dari sporofit angiospermae. Gametofit jantan (butir pollen) berkembang tepatnya di dalam kotak sari, sementara gametofit betina (kandung embrio) berkembang tepatnya di dalam bakal biji. Fertilisasi ganda berkembang mejadi buah. Tumbuhan mempunyai berbagai cara untuk mencegah fertiisasi sendiri, sehingga keanekaragaman genetik semakin bervariasi. Biotknologi tanaman antara lain rekayasa genetik sedang mengadakan perubahan dalam bidang pertanian dan banyak mengundang perdebatan di masyarakat.
            Agar reproduksi tumbuhan dan bioteknologi tanaman dapat dipahami dalam kaitannya dengan pemuliaan tanaman dan penerapan IPTEKS di bidang pertanian, maka perlu dikaji pengetahuan tentang bologi bunga, perkembangan gametofi janan dan betina, pollinasi dan fertilisasi ganda, inkompetibilitas sendiri, perkembangan bakal biji, embrio dan bakal buah, serta bioteknologi tanaman khususnya rekayasa genetik.
















PERTANYAAN
  1. Gambar atau buatlah bagan alur serta jelaskan garis besar siklus hidup tumbuhan sejak perkembangan bulir pollen dan kantung lembaga sampai menjadi sporofit dewasa yang menghasilkan buah
  2. Gambar dan jelaskan morfologi sebuah bunga yang lengkap dan sebut bagian-bagiannya secara lengkap
  3. Gambar atau buat bagan alur serta jelaskan perkembangan gametofit jantan dan gametofit betina sampai terbentuk sel sperma dan sel telur
  4. Gambar atau buat bagan alur serta jelaskan dasar genetis dari inkompatibilitas sendiri pada tumbuhan
  5. Gambar atau buat bagan alur serta jelaskan tentang pertumbuhan tabung pollen dan fertilisasi ganda
  6. Gambar atau buat bagan alur  serta jelaskan tentang perkembangan embrio tumbuhan dicotyledoneae
  7. Gambar serta jelaskan tentang perbedaan struktur biji kacang, biji jarak dan biji jagung
  8. Gambar atau buat bagan alur serta jelaskan tentang perbedaan antara perkecambahan kacang merah dan kacang kapri


 JAWABAN
1.      Siklus hidup tumbuhan sejak perkembangan butir pollen dan kantung lembaga sampai menjadi sporofit dewasa yang menghasilkan buah :
·         Butir pollen berkembang di dalam kotak sari dari kepala ssari
·         Kandung embrio/gametofit betina berkembang di dalam ovulum dari ovarium
·         Pollinasi berlangsung saat butir polen hinggap di dalam stigma
·         Bulu pollen berkecambah membentuk tabbung pollen di sepanjang stillus lalu melalui mkrofil masuk ke dalam ovulum dari ovarium
·         Fertilisasi berlangsung saat salah satu sel spermanya membuahi sel telur di dalam kandug embrio yang kemudian mejadi zigot
·         Zigot berkembang menjadi embrio(sporofit) di dalam ovulum yang berkembang menjadi biiji
·         Ovarium berkembang menjadi buah yang mengandung biji
·         Biji berkembang menjadi kecambah sporofit, yang terus berkembang menjadi sporofit dewasa yang menghasilkan bunga
2.      Bagi
BAGIAN BUNGA
FUNGSI
1. Kelopak (kalik)
Melindungi kuncup bunga
2. Mahkota (korola)
Menarik perhatian serangga
3. Benang sari (stamen) terdiri dari :
a.
tangkai sari (filamen)
b.
kepala sari (antera) terdiri atas 4 kantong sari

Sebagai penghasil gamet jantan, yaitu serbuk sari (pollen)
4. Putik (pistilus) terdiri atas :
a.
tangkai putik (stilus)
b.
kepala putik (stigma)
c.
bakal buah (ovarium) di dalam bakal buah terdapat bakal biji (ovule)

Sebagai penghasil gamet betina

GAMBAR :




3.       
·         Pembentukan gametofit jantan
Gametofit jantan(butir pollen) berkembang di dalam kotak sari, tepatnya techa. Pada pembentukan gamet jantan, terjadi pembelahan meiosis dari mikrosporofit yang diploid atau 2n menjadi 4 buah mikrospora yang haploid(n). Masing- masing mikrospora yang haploid membelah secara mitosis menjadi satu sel generatif dan satu sel buluh/sel tabung. Sel buluh yang mengandung sel generatif berkembang menjadi tabung pollen. Sel generatif yang haploid membelah secara mitosis menjadi dua sel sperma yang haploid



Mikrospora (n)
 
BAGAN :









Text Box: MIKROSPOROFIT (2n)
(
Mikrospora (n)
 



Right Arrow: mitosis


Right Arrow: MeiosisSS




Mikrospora (n)
 


 







Mikrospora (n)
 

Sel generatif (n)
 

 


Sel generatif (n)
 
Sel generatif (n)
 
Sel generatif (n)
 
       






Curved Up Arrow: Geratif haploid bermitosis

4 Sel buluh(n)
 

 





·         Pembentukan gametofit betina
Pada Angiospermae Gamet betina dibentuk di dalam bakal biji (ovule) atau kantung lembaga. Pada bagian ini terdapat sel induk megaspora (sel induk kantug lembaga) yang diploid. Sel ini akan membelah secara meiosis dan dari satu sel induk kantung lembaga membentuk 4 sel yang haploid. Tiga sel akan mereduksi dan lenyap tinggal satu yang berkembang. Selanjutnya, sel ini membelah secara mitosis 3 kali dan terbentuklah 8 sel. Dari sel yang berjumlah 8 ini, 3 sel akan bergerak menuju arah yang berlawanan dengan mikropil, 2 sel lainnya menjadi kandung tembaga sekunder, dan 3 sel terakhir menuju ke dekat mikropil. Dari 3 sel (yang menuju dekat mikropil) yang terakhir ini dua menjadi sinergid dan satu sel lagi menjadi sel telur. Dalam keadaan seperti ini kandung lembaga sudah masak dan siap untuk dibuahi. Putik yang sudah masak biasanya mengeluarkan cairan lengket pada ujungnya yang berfungsi sebagai tempat melekatnya serbuk sari.

4.      Dasar genetis dari inkompatibilitas sendiri pada tumbuhan :
Di dalam kelompok gen dari suatu populasi tanaman terdapat lusinan alel dari gen s. Apabila suatu butir pollen mempunyai sebuah alel yang berpasangan dengan sebuah alel dari suatu stigma  tempat polen itu jatuh, maka tabung polen tidak dapat tumbuh.
a)      Pada persilangan ini pollennya berasal dari suatu tanaman dengan genotif s3 s4 (segregesi) selama meiosis menghasilkan setengah pollen haploid mempunyai alel s3 dan setengahnya lagi mempunyai alel s4. Alel dari pollen tidak berpasangan dengan alel dari stigma dan pollen tersebut berkecambah (membentuk tabung pollen yang dapat memandu sperma ke ovulum ke dalam  ovarium yang terdapat di dasar pistillum dan carpellum
b)      Pada persilangan ini apabila setengah dari butir pollen mempunyai sebuah alel s1 yang berpasangan dengan sebuah alel s1 dari stigma, maka butir pollen tersebut gagal untuk berkecambah
c)      Pada persilangan ini, keseluruhan butir pollen mempunyai alel s1 dan s2 yang berpasangan dengan alel s1 dan s2 dari stigma, maka tidak ada satupun pollen yang dapat berkecambah atau semua pollen gagal berkecambah.
5.       
FERTILISASI GANDA
·         Pollen jatuh ke stigma yag berkecambah menjadi tabug ollen yang akan menuju ke ovulum dalam ovarium melalui stylus
·         Sel generatif yang haploid membelah secara mitosis menjadi dua sel sperma yang haploid
·         Terjadi fertilisasi ganda yaitu :
a)      Satu sel sperma yang haploid memfertilisasi sel telur yang haploid menjadi zigot yang diploid kemudian berkembang menjadi embrio yang diploid
b)      Satu sel sperma lainnya yang haploid menyatu dengan dua inti polar yang masing-masing haploid menjadi endospern yang trploid (3n)
PERTUMBUHAN TABUNG POLLEN DAN FERTILISASI GANDA
Setelah sebuah butir pollen dibawa oleh angin atau seekor binatang lainnya ke sebuah stigma, maka sebuah tabung pollen (buluh serbuk ) yang panjang mulai tumbuh ke bawah, di dalam stilus menuju ke ovarium. Tabung pollen tersebut mengeluarkan dua buah sel sperma ke dalam kandingan embrio dari sebuah ovulum. Salah satu sperma memfertilisasi sel telur, membentuk zigot yang diploid, sel sperma yang satunya lagi elebur dengan dua inti polar dari sel kandung lembaga yang biaasanya berukuran besar, membentuk sel triploid yang akan berkembang menjadi jaringan nutrisi yang disebut endosperm.

6.       Perkembangan embrio tumbuhan dicotyledoneae :
Zygot membelah ke arah transversal, menjadi sel basal dan sel terminal. Sel basal membelah terus ke arah transversal, menjadi  suspensor, yang berfungsi sebagai transfer nutrien ke embrio dari tanaman induknya. Sel terminal membelah beberapa kali menjadi pro embrio, yang menempel pada suspensor. Pada proembrio terdapat meristem primer berupa protoderm bakal epidermis, meristem dasar bakal parenkim dan prokambium bakal jaringan pembuluh. Proemrbrio berkemabang menjadi embrio yang terdiri dari : dua buah kotiledon yang mengapit sebuah ujung pucuk embrio (plumulae), sebuah ujung akar embrio (radicula), makanan cadangan (endosperm) dan suspensor yang kesemuanya dibungkus oleh kulitt biji (testa)

7.      perbedaan struktur biji kacang, biji jarak dan biji jagung
ü  biji kacang.
Kotiledon yang mendaging dari biji kacang merah, yang dikotildon yang menyimpan makanan cadangan yang telah diabsorpsi dari endosperm pada saat pembentukan biji
ü  biji jarak
biji jarak mempunyai kotiledon yang tipis seperti membran yang akan mengabsorpsi makanan cadangan dari endosperm pada saat biji berkecambah
ü  biji jagung
seperti biji monocotyledoneae leinnya, biji jaung hanya mempunyai satu kotiledon yang disebut skutelum. Bakal akar dibungkus oleh koleorhiza sedangkan bakal tunas dibungkus oleh koleoptil.

8.      perbedaan antara perkecambahan kacang merah dan kacang kapri
a.       pada kacang merah, lenkungan berada di bawah kotiledon pada hipokotil, sehingga pelurusan lengkungan akan menarik kotiledon dari dalam tanah untuk muncul ke permukaan
b.      sedangkan pada kacang kapri, lengkungan berada di atas kotiledon pada epikotil sehingga pada waktu terjadi pelurusan lengkungan kotiledon tetap berada di dalam tanah.



KUMPULAN GAMBAR
1)       
Description: siklus hidup gymnospermae
2)     
Description: http://www.e-smartschool.com/PNU/005/repro2.gifDescription: 016_flower
3)       
·         Gamet betinaDescription: fertilisasi4


4)       
Description: inkompabilitibilitas1 Description: inkom2


5)       
Description: fertilisasi3Description: fertilisasi1








6)       
Description: dikotl



7)       
Description: 38-14-SeedGermination-L

8)       
Description: perkecambahan2Description: perkecambahan1

Jumat, 23 September 2011

klasifikasi tingkat tinggi


klasifikasi tumbuhan tingkat tinggi (DIT 3)
Pendahuluan
Latar Belakang
Di dunia ini terdapat lebih dari 280.000 spesies tumbuhan, belum termasuk sekitar 100.000 spesies jamur, yang kesemuanya telah diidentifikasi dan telah diberi nama sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ada pendapat yang mengelompokan kedalam tumbuhan karena kemiripannya dan ada juga yang mengelompokkannya tersendiri karena jamur tidak berklorofil (Campbell dan Reece, 2002). Dari keseluruhan tumbuhan yang tersebar di muka bumi, sekitar 10% diantaranya berada di Indonesia. Tumbuhan yang tingkat perkembangannya lebih tinggi, yaitu tumbuhan tingkat tinggi (Phanerogamae), dimasukkan dalam satu divisio, Spermatophyta yang terbagi atas Gymnospermae dan Angiospermae. Angiospermae terbagi lagi atas Monocotyledonea dan Dicotyledone.
Manusia telah memanfaatkan tumbuhan sebagai tanaman sumber bahan makanan (tanaman pangan, tanaman perkebunan, tanaman sayuran, dan tanaman buah-buahan), sumber bahan obat, sumber bahan rempah/bumbu, sumber tanaman hias, sumber bahan kerajinan/industri/, sumber bahan sandang, dan sumber bahan papan. Agar spesies tumbuhan tersebut dapat dikenali karena kaitannya dengan peranannya dalam bidang produksi tanaman secara efektif dan produktif, maka perlu dikaji pengetahuan tentang klasifikasi tumbuhan, sehingga semua tumbuhan dapat dikelompokkan secara taksonomis berdasarkan ciri-ciri yang spesifik.
Tujuan
Tujuan dari membahas materi pembelajaran tentang klasifikasi tumbuhan tingkat tinggi diharapkan mahasiswa mampu : memahami ciri-ciri tumbuhan yang termasuk tumbuhan tingkat tinggi (Gymnospermae, Angiospermae, Monocotyledoneae, dan Dicotyledoneae) dan mengenal contoh-contohnya dalam kaitannya dengan peranannya dalam bidang produksi tanaman secara efektif dan produktif.

Daftar isi



·        Kata pengantar
·        Pendahuluan
·        Daftar isi
·        Isi : Jawaban  dari pertanyaan terlampir
·        Daftar pustaka








Question and Answer
1.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan : Spermatopyhta, Sporophyta, Flowering plants, Flowerless plants, Embryophyta, Thallophyta, Higer Plants, Lower Plants !
Jawab :

v  Tumbuhan Spermatophyta adalah tumbuhan berbiji yang alat reproduksi generatif berupa biji.
v  Tumbuhan Sporophyta adalah tumbuhan yang alat reproduksi berupa spora.
v  Flowering plants adalah tumbuhan yang menghasilkan organ reproduksi dalam bentuk bunga .
v  Flowerless plants adalah tumbuhan yang tidak mempunyai bunga dan tidak menghasilkan benih.
v  Tumbuhan Embryophyta adalah tumbuhan berbiji yang di dalam bijinya mengandung embrio.
v  Tumbuhan Thallophyta adalah tumbuhan yang belum memiliki daun, akar, dan batang yang jelas.
v  Higer Plants adalah tumbuhan yang memiliki jaringan untuk melakukan lignified air, mineral, dan produk fotosintesis melalui tumbuhan.
v  Lower Plants adalah tumbuhan yang perkembangannya lebih rendah.

2.      Organ apa saja dari tumbuhan tingkat tinggi yang termasuk ke dalam : a) organara  principalia ; b) organa reproduktiva; berikut penjelasannya !
Jawab :
    1. Organa principalia           : Terdiri atas; . akar (Radix),batang (Caulis), daun (Folium).
    2. Organa reproduktiva      : Bagian tubuh tumbuhan yang dapat tumbuh menjadi individu baru dinamakan alat perkembangbiakan. Terdiri atas ; bunga (flos), buah (fruktus), biji (semen).

3.      Sebutkan lima contoh tumbuhan (nama latin dan indonesia) yang termasuk subdivisio Gymnospermae !
Jawab :
·         Pakis haji (Cycas rhumpii)
·         Pinus (Pinus merkusii)
·         Damar (Agathis Alba)
·         Cemara (Thuja sinensis)
·         Melinjo (Gnetum gnemon)


4.      Jelaskan 10 perbedaan antara subdivisio Gymnospermae dengan subdivisio Angiospermae !
Jawab :
Gymnospermae
Angiospermae
-          Menghasilkan biji terbuka
-          Penyerbukan (polinasi) : anemofoli
-          Organ reproduktif : calyx dan corola tidak menarik
-          Berupa pohon
-          Sistem perakaran : tunggang
-          Haploid (2n)
-          Phloem tidak memiliki sel pengiring
-          Xylem tidak memiliki trakheid
-          Hampir tidak dapat diperbanyak melalui vegetatif
-          Cara tumbuh : tegak
-          Menghasilkan biji tertutup
-          Penyerbukan (polinasi) : anemoli, entomofili, hidrofili, zoofili
-          Organ reproduktif : caly dan corola menarik
-          Berupa semak, perdu dan pohon
-          Sistem perakaran :tunggang dan serabut
-          Triploid (3n)
-          Phloem memiliki sel pengiring
-          Xylem memiliki trakheid
-          Dapat diperbanyak melalui vegetatif
-          Cara tumbuh : tegak, merambat dan memanjat







Pembeda
Gymnospermae
Angiospermae
Habitus
Semak, perdu atau pohon sistem akar tunggang
Semak, perdu atau pohon sistem akar tunggang
Batang
Tegak lurus, bercabang-bercabang
Bermacam-macam, bercabang atau tidak
Daun
Sistem pertulangan tidak banyak ragamnya
Beraneka ragam sistem pertulangan
Bunga
Bunga sesungguhnya belum ada, sporofil terpisah-pisah atau membentuk strobilus betina dan jantan
Bunga ada tersusun dari sporofil plus bagian-bagian lain
Penyerbukan
1.    Makrosporofil (daun buah) dengan bakal biji (makro sporangium) yang nampak menempel padanya
2.    Makro dan mikrosporofil terpisah
3.    Hampir selalu dengan anemogami
4.    Serbuk sari jatuh (pada tetes penyerbukan) langsung pada bakal bij
1.    Makrosporofil (daun buah) membentuk badan yang disebut putik dengan bakal biji di dalamnya (tidak tampak)
2.    Makrosporofil dan mikrosporofil (benang sari) terpisah atau terkumpul pada satu bunga
3.    Bernacam-macam (autogami, anemogami, hidrogami, zoidiogami, dll)
4.    Serbuk sari jatuh pada kepala putik
Waktu penyerbukan
Jarak waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif panjang
Jarak waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif pendek
Sel kelamin jantan
Sel Kelamin Jantan berupa spermatozoid yang masih bergerak aktif
Sel Kelamin Jantan berupa inti sperma (inti generatif) yang tidak bergerak aktif
Anatomi
Akar dan batang berkambium, selalu mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, berkas pembuluh pengangkutan koleteral terbuka
Ada yang berkambium ada yang tidak, ada yang menebal sekunder ada yang tidak, berkas  pembuluh pengangkutan ada yang kolateral terbuka, ada yang kolateral tertutup, ada yang bikolateral
Xilem dan Floem
1.    Xilem terdiri atas trakeida saja
2.    Floem tanpa sel-sel pengiring
1.    Xilem terdiri atas trakeida saja
2.    Floem tanpa sel-sel pengiring